Cara Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula

Cara Budidaya Ulat Hongkong – Ulat Hongkong menjadi tambahan yang populer untuk taman. Mereka kecil, kuat dan mudah dirawat. Tetapi anda tidak harus menjadi ahli untuk merawat ulat ini.

Pada artikel ini, kami fokus pada cara memulai budidaya ulat Hongkong. Kami membahas semuanya mulai dari pengenalan, keunggulan dan cara budidaya ulat hongkong.

Kami berharap artikel ini akan membantu anda dalam budidaya ulat Hongkong anda!

Mengenal Ulat Hongkong

Cara Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula
Ilustrasi

Ulat Hongkong yang dikenal dengan mealworm atau yellow mealworm memiliki 4 siklus yaitu telur, larva, kepompong (pupa) dan kumbang (serangga).

4 tahapan ini harus dilakukan oleh para peternak ulat hongkong karena tidak ada yang menjual indukan atau bibit berupa ulat atau kumbang muda.

Oleh karena itu, peternak akan memiliki hak istimewa untuk mengontrol semua sumber benih dan produk dari ulat Hongkong.

Di alam liar, ulat hongkong menyukai tempat yang lembab, hangat dan gelap, seperti di bawah kayu atau daun yang membusuk.

Pertumbuhan ulat hongkong sangat dipengaruhi oleh suhu, ulat akan sangat peka terhadap suhu tinggi dan menghindari suhu panas.

Jika terkendala suhu tinggi, kumbang atau serangga akan mati, sedangkan pada suhu rendah telur akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menetas.

Keunggulan Ulat Hongkong

Ulat Hongkong merupakan sumber protein kasar yang baik (48%), lemak kasar (40%), kadar abu (3%), kadar air (57%) dan kandungan ekstra non-nitrogen sebesar 8%. Ini memberikan nilai gizi yang sangat baik untuk ternak dan hewan peliharaan.

Sebagian orang percaya bahwa mengkonsumsi ulat hongkong sebagai lauk dapat memberikan dampak positif bagi ternak.

Baca:  Pengertian Hidroponik: Keuntungan dan Kekurangan

Misalnya, jika seekor burung memakan ulat bulu sebagai lauk, mereka akan menghasilkan kicauan atau suara yang lebih indah jika dibandingkan dengan burung lain yang tidak memakannya.

Selain itu, udang yang diberi pakan ulat akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan udang biasa dan kulit ikan juga akan terlihat lebih cantik.

Cara Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula

Tahap Awal Budidaya Ulat Hongkong

Ulat Hongkong merupakan tahap larva dari kumbang yang memiliki nama latin Tenebrio Molitor.

Serangga ini memiliki warna hitam yang memakan biji. Serangga yang melewati 4 siklus hidup berlangsung dari 3 hingga 4 bulan. Ulat hongkong akan melalui pergantian kulit sebanyak 15 kali sebelum akhirnya berubah menjadi kepompong.

Nah, pada fase ini ulat cocok untuk diberikan pada ikan hias karena zat kitin pada kulit ulat hongkong tidak dapat dicerna oleh ikan.

Bahkan, beberapa penghobi percaya bahwa jenis serangga ini dapat memiliki manfaat besar bagi penggemar Akuarium karena dapat membantu mereka menjaga akuarium mereka tetap bersih dan bebas dari bakteri atau parasit berbahaya.

Berikut tahapan cara budidaya ulat hongkong:

  1. Untuk memulai proses dari cara budidaya ulat hongkong, perlu dipilih indukan yang dewasa. Ini akan memakan waktu lama untuk menjadi kumbang, jadi dibutuhkan kesabaran. Beberapa orang memilih untuk melakukan pembiakan menggunakan kumbang agar prosesnya bisa lebih cepat.
  2. Pada awal budidaya, penting untuk memasukkan dedak halus atau polard ke dalam wadah atau kotak plastik. Ini akan membantu memastikan bahwa ulat memiliki cukup ruang untuk makan dan tumbuh.
  3. Setelah ulat menetas, ulat dipindahkan ke dalam wadah berisi dedak yang akan diperbanyak setiap tiga hari. Ini akan membantu memastikan bahwa ulat mencapai kedewasaan dan menjadi ulat hongkong yang menguntungkan.
  4. Ulat akan berubah menjadi kepompong ketika mencapai tempat yang gelap dan hangat. Kepompong harus disimpan di tempat yang gelap dan hangat setidaknya selama 90 hari sampai ulat berubah menjadi kupu-kupu.
  5. Untuk mencegah ulat hongkong memakan kepompong lain, perlu untuk memindahkan dan memisahkannya ke dalam wadah masing-masing setiap tiga hari. Ini akan memastikan bahwa mereka tidak menjadi mangsa ulat.
  6. Kepompong akan berubah menjadi kumbang pada umur 10 hari dan bentuk fisiknya akan berubah. Seiring waktu, warnanya akan berubah menjadi coklat dan meninggalkan sayap sampai hitam mengkilat. Kumbang siap bertelur.
  7. Untuk berkembang biak seperti kawin dan bertelur, penting untuk memindahkan kumbang ke tempat lain yang telah diisi dengan media dedak. Perbandingan 4 cangkir berisi kumbang membutuhkan 2 kg dedak.
  8. Untuk memisahkan telur dari dedak, anda harus menyaringnya terlebih dahulu. Ini akan memisahkan telur dari bahan lain di dalam wadah. Setelah anda memisahkan telur, anda harus mengembalikannya ke wadah aslinya.
  9. Setelah 10 sampai 12 hari, telur yang baru menetas akan menjadi ulat hongkong. Mereka akan berukuran sekitar 3 mm dan beratnya kira-kira. 0,6 mg dengan warna keputihan yang berangsur-angsur berubah menjadi kuning. Larva akan memiliki warna coklat tua dan akan memiliki kepala dan dada berwarna hitam. Mereka akan tumbuh dengan cepat, tetapi tidak akan menjadi kepompong sampai panjangnya mencapai sekitar 25 mm, pada saat itu mereka akan menjadi kepompong selama 10 hingga 12 hari lagi dan akhirnya berubah menjadi ulat hongkong dewasa.
  10. Jika anda sudah lama merawat kumbang, mereka mungkin sudah mulai bertelur. anda kemudian dapat melihat bahwa proses bertelur mereka telah berubah. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membiarkannya selama satu hari agar tidak stres sebelum memasukkannya kembali ke dalam kotak dengan media dedak. Untuk proses bertelur, sekali lagi bisa dilakukan sampai kumbang tidak bisa lagi bertelur atau mati. Umumnya, kumbang dewasa dapat bertahan hidup hingga dua bulan dan dapat menghasilkan hingga 200 atau 300 telur.
Baca:  Cara Menanam Sawi di Polybag

Tempat Budidaya Ulat Hongkong

Cara budidaya ulat hongkong kemungkinan akan membutuhkan ruangan khusus untuk menampung ulat dalam jumlah besar yang dibutuhkan untuk industri.

Ruangan harus setidaknya 95% tertutup dan memiliki kisaran suhu 29-30 derajat Celcius dengan kondisi lembab.

Untuk mempersiapkan ruangan, perlu dipastikan bahwa semua area tahan perlakuan sehingga hama tidak bisa masuk.

Selain itu perlu dibuat kandang berukuran 8 x 32 m dengan luas 8 x 32 m dan membuat rak penyimpanan ulat dari kayu lapis berukuran 40 x 60 cm.

Pemberian Pakan Ulat Hongkong

Ulat Hongkong dapat diberi makan campuran berbagai hal untuk membantu mereka tumbuh besar dan kuat.

Beberapa orang mencoba memberi mereka ampas tahu dan dedak, yang merupakan cara yang baik untuk membantu ulat tumbuh besar.

Cara lain untuk memberi makanan ulat hongkong adalah dengan menyemprotkannya dengan air dari botol semprot agar bisa diminum. Ini akan membantu ulat Hongkong tumbuh besar dan kuat.

Menjaga dari Penyakit dan Mengatasi

Ketika ulat hongkong terinfeksi penyakit, kulit ulat tidak akan berwarna kuning secara keseluruhan tetapi akan terjadi kehitaman pada kulit.

Jika ini terjadi pada ulat anda, kurangi pemberian makan daun dan kurangi pemberian dedak.

Jika anda menemukan ulat hongkong mati yang berwarna merah, segera obati karena penyakit ini dapat menular dengan cepat ke ulat lainnya.

Untuk mencegah penyebaran ke ulat lainnya, anda bisa memberikan makanan yang tidak terlalu basah.

Sedangkan jika ulat hongkong anda mati hitam, anda harus memberikannya makanan dengan cara mengepalkannya menjadi ukuran kecil.

Biasanya ulat hitam mati karena makan dengan cara menyebarkannya ke ulat dewasa yang berumur sekitar 1 sampai 3 bulan.

Tentang Penulis
Omar Gamani Ramadan

Seorang sangat termotivasi untuk mempelajari hal-hal tentang dunia pertanian. Menjadi mahasiswa yang aktif, pekerja keras, dan rajin. Dan ingin menjadi orang yang mampu bekerja dengan tim dan selalu bersedia berkontribusi untuk mencapai kesuksesan.

Sebarkan:

Tinggalkan komentar