Pengertian Ekonomi Pertanian, Manfaat dan 4 Contoh Kegiatan

Pengertian ekonomi pertanian adalah ilmu yang mempelajari masalah dan fenomena yang berkaitan dengan pertanian, baik mikro maupun makro.

Secara umum, ekonomi pertanian berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana memproduksi pangan secara efisien, bagaimana menentukan harga produk pangan dan bagaimana mendistribusikan pangan.

Ekonomi pertanian meliputi lahan pertanian, rumah tangga pertanian dan pendapatan petani. Ekonomi pertanian adalah satu-satunya cabang ekonomi yang berhubungan dengan penggunaan lahan.

Tujuan ekonomi pertanian adalah untuk memahami bagaimana orang dan organisasi menggunakan sumber daya alam mereka untuk menghasilkan makanan bagi manusia dan organisme lain.

Manfaat Ekonomi Pertanian

Manfaat mempelajari ekonomi pertanian antara lain kemampuan untuk menganalisis bagaimana berbagai keputusan ekonomi dibuat oleh petani, serta dampaknya terhadap perekonomian.

Selain itu, ekonomi pertanian dapat digunakan untuk memprediksi pola cuaca dan peristiwa alam lainnya yang dapat berdampak pada tanaman.

Berikut manfaat dalam mempelajari ekonomi pertanian :

  1. Pertanian merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi karena menyediakan lapangan kerja dan akses ke sumber daya yang dapat digunakan untuk mengembangkan sektor industri.
  2. Pertanian adalah suatu proses yang terdiri dari interaksi antara input alam dan manusia untuk menghasilkan output primer seperti makanan dan minuman. Komponen utama pertanian adalah lahan, sinar matahari, faktor klimatologi (suhu, kelembaban, curah hujan dan topografi) dan manusia. Pertanian memiliki peran penting dalam menyediakan pangan bagi masyarakat di seluruh dunia.

Contoh Kegiatan Ekonomi Pertanian

Di bidang pertanian, kegiatan utama meliputi bercocok tanam, memelihara hewan dan mengolah makanan.

Berikut kegiatan ekonomi pertanian :

  1. Petani Sawah: Petani mengolah sawah dan menjual hasil panennya kepada konsumen. Mereka menggunakan alat seperti traktor dan mesin untuk memanen hasil panen, kemudian menggunakan berbagai metode untuk mengemas dan menyimpan produk. Mereka juga menggunakan teknik pemasaran untuk membawa produk mereka ke tangan sebanyak mungkin orang.
  2. Petani Ladang: Petani mengolah lahan kering untuk menghasilkan makanan. Mereka menggunakan berbagai alat dan teknik untuk bercocok tanam, termasuk peternakan, irigasi dan pemupukan. Petani juga perlu mempertimbangkan iklim dan faktor lain ketika merencanakan praktik pertanian mereka.
  3. Petani Perkebunan: Petani perkebunan adalah orang yang bercocok tanam di lahan yang luas untuk tujuan ekspor. Mereka biasanya memiliki banyak uang dan mampu membeli mesin yang lebih canggih, seperti traktor dan sistem CRM, untuk membuat pertanian mereka lebih efisien.
  4. Petani Tambak: Petani tambak adalah orang yang mengolah lahan untuk tambak. Kolam dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti irigasi, pendinginan saat cuaca panas dan menampung air untuk digunakan dalam bisnis lain. Banyak petani tambak juga membangun reservoir tambak mereka sendiri untuk menyimpan air dari hujan atau salju.
Baca:  Manfaat Bawang Lokio atau Batak dalam Menjaga Kesehatan

Sektor pertanian merupakan sumber penting dari surplus neraca perdagangan atau neraca pembayaran.

Hal ini disebabkan oleh dua alasan:

  1. Karena sektor pertanian menyediakan makanan dalam jumlah yang signifikan untuk konsumsi manusia.
  2. Karena menghasilkan sejumlah besar barang ekspor yang menggantikan impor dari sektor lain.

Sektor pertanian juga merupakan sumber pekerjaan yang penting di banyak negara berkembang, karena memainkan peran penting dalam menyediakan pekerjaan di bidang pertanian dan industri terkait.

Tentang Penulis
Omar Gamani Ramadan

Seorang sangat termotivasi untuk mempelajari hal-hal tentang dunia pertanian. Menjadi mahasiswa yang aktif, pekerja keras, dan rajin. Dan ingin menjadi orang yang mampu bekerja dengan tim dan selalu bersedia berkontribusi untuk mencapai kesuksesan.

Sebarkan:

Tinggalkan komentar