Pengertian Hidroponik: Keuntungan dan Kekurangan

Pengertian hidroponik adalah jenis berkebun yang menggunakan air sebagai pengganti tanah atau jenis media lainnya untuk menanam tanaman. Ini cara yang bagus untuk menghemat air dan itu bisa dilakukan di iklim apa pun.

Manfaat hidroponik lebih banyak ketimbang kerugiannya. Inilah yang perlu anda ketahui sebelum memulai jenis berkebun ini.

Salah satu metode bercocok tanam yang populer ini, melibatkan penggunaan wadah kedap air untuk menjaga tanaman tetap hidup dan sehat.

Sistem hidroponik lebih praktis daripada sistem tanam tradisional karena memungkinkan untuk jenis dan ukuran tanaman yang lebih luas.

Beberapa sayuran dan buah-buahan yang umum ditanam melalui sistem ini termasuk tomat, selada, pakcoy dan bunga.

Salah satu kelebihan teknik menanam hidroponik adalah tanaman dapat tumbuh di lingkungan terbatas air dengan penggunaan air yang lebih sedikit.

Ini berarti bahwa tanaman memiliki peluang lebih besar untuk sehat dan memiliki hasil yang tinggi, dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di tanah dan sistem irigasi tradisional.

Keuntungan Hidroponik

Pengertian Hidroponik
Ilustrasi

Keuntungan hidroponik adalah cara bercocok tanam yang ramah lingkungan.

Sistem hidroponik dapat diatur dengan berbagai cara, sehingga lebih mudah untuk menemukan sistem yang sempurna untuk kebutuhan anda.

Sistem hidroponik juga lebih mudah bagi petani, karena tidak membutuhkan tanah, air dan pupuk.

Keuntungan berkebun hidroponik antara lain:

  1. Peningkatan efisiensi air: Karena tidak perlu menggunakan irigasi atau daun untuk menyiram tanaman, kebun hidroponik seringkali lebih hemat dalam hal penggunaan air.
  2. Peningkatan produksi: Karena semakin beragamnya jenis dan ukuran tanaman yang dapat ditanam melalui hidroponik, tanaman mungkin lebih besar dan memiliki peluang lebih baik untuk menghasilkan hasil yang kuat.
  3. Lebih sedikit penggunaan air: Karena sistem hidroponik membutuhkan lebih sedikit air daripada metode penanaman tradisional, petani dapat menghemat air setiap minggu.
  4. Lebih ramah lingkungan: Dengan dampak lingkungan yang lebih sedikit daripada teknik berkebun tradisional, berkebun hidroponik adalah cara yang ramah lingkungan untuk menanam tanaman.
  5. Berkurangnya waktu perakaran: Karena tanaman tidak terganggu oleh kontak air dan tanah, waktu perakaran berkurang, yang dapat menyebabkan pertumbuhan yang lebih seragam.
  6. Waktu luang: Karena tanaman tidak tumbuh di air yang terus berubah, mereka dapat tumbuh lebih lama dan lebih sehat tanpa mengalami masalah umum yang terkait dengan berkebun konvensional.
  7. Peningkatan kualitas udara: Karena tanaman hidroponik ditanam dalam sistem tertutup, kecil kemungkinannya untuk bersentuhan langsung dengan udara, yang dapat menyebabkan masalah dengan hama dan penyakit.

Ada banyak keuntungan hidroponik, tetapi keuntungan terbesar adalah sifatnya yang ramah lingkungan. Berkebun hidroponik dapat dilakukan di iklim apa pun, dan ini adalah cara yang bagus untuk menghemat air.

Ada juga beberapa kelemahan hidroponik, seperti peningkatan produksi atau penggunaan air yang lebih sedikit.

Kekurangan Hidroponik

Kekurangan hidroponik ada beberapa kelemahan menggunakan hidroponik sebagai metode pertanian, tetapi beberapa kelemahan umum meliputi:

  1. Ruang terbatas: Sistem hidroponik tunggal biasanya menempati ruang yang jauh lebih kecil daripada pengaturan pertanian tradisional. Artinya, lebih mudah bagi petani untuk menemukan ruang untuk tanaman mereka, sehingga mereka lebih kompetitif di pasar.
  2. Kurangnya presisi: Sementara banyak tanaman tumbuh subur dalam wadah tertutup rapat, tidak semua jenis tanaman akan tumbuh dengan baik di lingkungan terbuka. Ini berarti bahwa ada potensi untuk beberapa variasi hasil ketika mencoba pendekatan berkebun jenis baru.

Ada beberapa kelemahan hidroponik. Salah satunya adalah sulitnya menjaga air pada suhu yang konsisten, yang dapat mempersulit pertumbuhan tanaman.

Baca:  Cara Menanam Sawi di Polybag

Kerugian lain dari hidroponik adalah tidak membutuhkan tanah. Hal ini dapat membuat tanaman sulit tumbuh.

Jenis-jenis Hidroponik

Ada banyak jenis sistem hidroponik yang dapat anda gunakan sendiri di rumah anda.

Delapan sistem berikut adalah beberapa sistem hidroponik yang paling populer dan mudah digunakan.

Sistem Wick

Sistem wick adalah salah satu metode hidroponik yang paling mudah dan sederhana untuk dilakukan.

Dalam sistem sumbu, tanaman akan ditempatkan dalam wadah yang ditempatkan tepat di tempat penyimpanan air. Wadah penampung air tersebut sebelumnya telah diberi larutan nutrisi seperti pupuk dan pupuk tanaman.

Sistem ini dapat dibuat dengan mudah hanya dengan menggunakan tali atau wol dan wadah plastik.

Sistem sumbu ini menggunakan metode yang disebut capillary action dimana tali atau kain akan menyerap air secara perlahan seperti spons dan akan langsung mentransfer air dan nutrisi ke tanaman yang anda tanam.

Menanam tanaman hidroponik menggunakan sistem sumbu memang memakan waktu sedikit lebih lama dan membatasi jenis tanaman yang bisa anda tanam.

Cara ini juga cocok dipadukan dengan sistem aerasi agar tanaman bisa mendapatkan oksigen lebih banyak.

Sistem Deep Water Culture

Salah satu sistem hidroponik yang paling populer adalah deep water culture atau budidaya air dalam.

Cara ini cukup sederhana karena tanaman yang akan anda tanam cukup dimasukkan ke dalam air yang diangin-anginkan.

Cara ini merupakan salah satu cara hidroponik yang paling sederhana dan populer digunakan oleh banyak orang. Banyak yang mengira bahwa cara ini adalah sistem hidroponik yang paling tidak rumit untuk dilakukan.

Akar tanaman yang akan anda tanam akan selalu berada di bawah permukaan air sehingga anda memerlukan sistem aerasi yang tepat agar tanaman anda dapat tumbuh dengan normal dan cepat.

Pasang sistem aerasi di bagian bawah wadah dan tiriskan udara dari mesin oksigen menggunakan selang karet yang telah dilubangi agar oksigen dapat didistribusikan secara merata ke seluruh tanaman.

Sistem Aeroponik

Sistem aeroponik adalah salah satu cara yang paling sulit dan mahal untuk melakukan berkebun hidroponik, tetapi mereka bisa menjadi pilihan yang bagus bagi mereka yang ingin mendapatkan hasil maksimal dari tanaman mereka.

Sistem aeroponik menggunakan selang atau cerat untuk membentuk kabut halus yang akan menghasilkan oksigen.

Sistem ini biasanya digunakan oleh Lembaga Penelitian Pertanian dan Mahasiswa, jadi ini bisa menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan keterampilan berkebun anda.

Sistem Drip

Metode hidroponik selanjutnya adalah sistem drip atau tetes.

Cara ini menggunakan sistem aerasi untuk mengalirkan air yang sebelumnya telah diberi nutrisi dan akan diteteskan pada akar dan batang tanaman secara berkala.

Cara ini cukup rumit karena anda harus memastikan bahwa kelebihan air aerasi terbuang sia-sia dan tidak membuat tanaman anda membusuk karena kelebihan nutrisi.

Sistem ini juga memungkinkan anda untuk menanam tanaman yang lebih besar karena tidak memakan banyak ruang untuk mengalirkan air di bagian bawah wadah.

Metode EBB dan Flow

Metode hidroponik ini juga dikenal dengan istilah Ebb and Flow atau Flood and Drain.

Sistem ini menggunakan pompa untuk mengalirkan larutan secara periodik ke dalam reservoir sampai merendam akar dan mengalir kembali ke reservoir pada interval waktu tertentu.

Pompa diatur dengan timer untuk menentukan kapan pompa hidup dan pompa mati. Saat pompa hidup, larutan nutrisi mengalir hingga membasahi akar, yang kemudian disebut air pasang atau banjir.

Drainase terjadi pada saat air surut atau pengeringan dapat dilakukan pada saat larutan nutrisi mencapai kadar tertentu.

Saat pompa yang disetel dengan timer mati, air akan turun ke reservoir yang dikenal dengan proses surut atau pengeringan.

Metode Nutrient Film

Dalam metode NFT (Nutrient Film Technique), akar tanaman tumbuh di lapisan larutan nutrisi yang dangkal dan bersirkulasi.

Hal ini memungkinkan tanaman untuk mendapatkan air, nutrisi dan oksigen yang cukup.

Baca:  Pertanian Dan Perkebunan: Pengertian dan Perbedaan

Metode NFT cocok untuk sayuran hijau seperti sawi, selada, bayam, pakcoy, kangkung, tomat dan lain-lain.

Namun, bagi pemula atau petani hidroponik skala kecil yang tidak memiliki lahan luas untuk digarap, cara ini mungkin lebih tepat.

Sistem NFT membutuhkan perhatian dan perawatan ekstra untuk hasil optimal yang meliputi pemeriksaan aliran larutan nutrisi, suhu udara di dalam pipa dan sterilisasi larutan nutrisi.

Kegagalan umum dalam sistem NFT untuk hidroponik pemula adalah akar tanaman menyumbat pipa mencegah aliran normal nutrisi dan menyebarkan penyakit dengan sangat cepat jika anda tidak memperhatikan gejala awal dan larutan nutrisi yang tidak steril menyebabkan jamur tumbuh.

Metode Bubbleponic

Metode Bubbleponic adalah cara yang efektif untuk menumbuhkan tanaman dan mempertahankan pertumbuhannya. Teknik menanam hidroponik ini biasa dikenal dengan sistem budidaya air dalam.

Cara ini menggunakan jaring untuk menjaga tanaman tetap terapung dan memberikan banyak oksigen dalam larutan yang bermanfaat bagi pertumbuhan akar.

Sistem Fertigasi

Cara terakhir yang bisa anda gunakan adalah dengan sistem fertigasi. Teknik ini mengharuskan anda untuk mengalirkan air yang mengandung nutrisi dan nutrisi dengan menggunakan metode irigasi.

Dalam sistem ini, biaya pemupukan akan berkurang karena pemupukan akan dilakukan secara langsung bersamaan dengan penyiraman tanaman anda.

Selain itu cara ini juga membuat teman berkebun lebih hemat dalam penggunaan pupuk karena akan digunakan dalam jumlah sedikit namun terus menerus.

Media Tanam Metode Hidroponik

Saat menanam tanaman dalam pengaturan hidroponik, anda biasanya ingin menggunakan media tanam yang lembab.

Artinya tidak ada makanan atau air yang ada di dalam media, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berdiri dengan baik.

Anda dapat menggunakan pasir, kerikil, batu apung, spons, rockwool, arang sekam, serbuk gergaji atau serbuk gergaji sebagai media pertumbuhan anda.

Bahan-bahan ini sangat bagus untuk menciptakan penyangga bagi tanaman saat mereka tumbuh dan terlihat indah, bahkan pada tanaman hias!

Contoh Tanaman Hidroponik

Tanaman hidroponik biasanya mampu tumbuh lebih cepat dan memiliki hasil yang lebih baik daripada varietas tanaman tradisional karena mereka menggunakan air sebagai pengganti tanah atau pupuk.

Ada banyak jenis tanaman yang dapat ditanam dalam suasana hidroponik, berikut merupakan beberapa pilihan tanaman hidroponik yang paling populer:

Selada

Selada adalah sayuran rendah kalori yang mengandung vitamin, mineral dan antioksidan penting.

Ini juga merupakan pilihan yang baik bagi mereka yang ingin belajar teknik penanaman hidroponik. Masa panennya relatif singkat, sehingga kita bisa menikmati selada dengan sangat cepat.

Pakcoy

Tanaman pakcoy hidroponik adalah jenis pertanian yang menggunakan air dari tanah untuk membudidayakan tanaman di lingkungan yang terkendali.

Jenis pertanian ini lebih ramah lingkungan daripada pertanian tradisional, karena tidak perlu menggunakan pestisida atau bahan kimia berbahaya lainnya.

Seledri

Tanaman seledri hidroponik adalah jenis berkebun dalam ruangan yang melibatkan menanam seledri di dalam ruangan menggunakan air dan nutrisi.

Jenis taman ini seringkali lebih hemat biaya daripada metode taman tradisional, karena tidak memerlukan pestisida atau herbisida.

Tanaman seledri hidroponik mudah dirawat dan biasanya menghasilkan tanaman yang lebih besar dengan rasa yang lebih baik daripada tanaman seledri outdoor tradisional.

Kangkung

Ada beberapa cara berbeda untuk menanam kangkung secara hidroponik. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan baskom, yaitu vas besar yang menampung air dan memiliki saluran air di bagian sampingnya sehingga tanah dapat dikeringkan dan diganti sesuai kebutuhan.

Cara lain adalah dengan menggunakan sistem hidroponik, yang melibatkan penggunaan tanaman kedap air untuk menyediakan semua nutrisi dan air yang diperlukan.

Melon

Dutch Bucket System (DBS) adalah teknik berkebun hidroponik yang pertama kali dikembangkan oleh Dr. Cornelius Dekker pada awal tahun 1970-an. Sistem DBS biasanya digunakan untuk menanam melon, tetapi juga dapat diterapkan pada jenis tanaman lain.

Prinsip dasar sistem DBS adalah air disirkulasikan melalui wadah kedap udara yang disebut ember, yang berisi sistem akar dan pupuk.

Baca:  Pertanian Subsisten: Pengertian, Ciri dan Tipe

Sistem ini memungkinkan pertumbuhan yang cepat dan hasil yang tinggi tanpa perlu penyiraman atau pemupukan setiap satu atau dua minggu.

Anggur

Ada beberapa cara berbeda untuk menanam anggur dengan sistem hidroponik.

Cara yang paling populer adalah menggunakan pot tanah dan air.

Metode ini mudah diatur dan membutuhkan sedikit perawatan. Namun, anda perlu memastikan bahwa air diganti secara teratur, karena dapat menjadi sangat stagnan dalam sistem hidroponik.

Cara populer lainnya untuk menanam anggur adalah menggunakan perlite atau rockwool.

Metode ini membutuhkan lebih banyak perawatan, tetapi juga dapat mencapai hasil yang tinggi.

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari sistem ini, anda harus hati-hati memilih pengaturan media dan air yang tepat.

Strawberry

Jika anda ingin menanam tanaman stroberi anda sendiri, anda harus terlebih dahulu memutuskan apakah anda ingin menanamnya dari biji atau dari awal. Kedua opsi tersebut memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda.

Jika anda memilih untuk menanam stroberi sendiri dari biji, anda harus menunggu bertahun-tahun sebelum mereka siap berbuah.

Di sisi lain, jika anda membeli beberapa tanaman strawberry muda, maka anda bisa menanamnya langsung ke sistem hidroponik dengan media pilihan dan pot jaring. Buang tanaman stroberi dan akarnya dari tanah sebelum mengisi pot dengan media. Kemudian segera berikan penyiraman yang baik.

Cabe

Tanaman cabai hidroponik adalah jenis berkebun yang menggunakan air untuk membudidayakan tanaman di lingkungan terbuka.

Tanaman ditanam dalam wadah atau keranjang dan airnya digunakan untuk mengairi tanaman dan menjaganya tetap sehat.

Tanaman cabai hidroponik populer karena membutuhkan perawatan yang sangat sedikit dan dapat ditanam di berbagai iklim.

Sawi

Cara menanam sawi berbeda dengan cara menanam sawi di polybag, oleh karena itu perlu ditanam di rumah dengan sistem tanam hidroponik.

Ketika anda menggunakan sistem tanam hidroponik, yang anda butuhkan hanyalah alat dan air sederhana untuk membantu anda menumbuhkan tanaman anda.

Anda dapat membeli sistem ini atau membuat sistem tanam hidroponik anda sendiri menggunakan kotak, pompa dan tabung.

Tips Memulai Berkebun Sistem Hidroponik

  1. Pilih sistem hidroponik yang tepat untuk kebutuhan anda
  2. Ada banyak sistem hidroponik yang berbeda yang dapat digunakan, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. Penting untuk memilih sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran anda.
  3. Beberapa sistem hidroponik yang paling populer termasuk sistem aquaponik, sistem aeroponik dan sistem hidroponik sukulen.
  4. Siapkan tanaman anda untuk pertumbuhan hidroponik
  5. Sebelum mulai menanam tanaman dalam sistem hidroponik, penting untuk mempersiapkan tanaman untuk pertumbuhan hidroponik. Ini termasuk menanam tanaman di lokasi yang benar, menyesuaikan sistem aerasi dan menambahkan air dan pupuk.
  6. Nikmati manfaat berkebun hidroponik

Pertanyaan Umum

  • Bahan untuk penyemaian hidroponik adalah?

    Ada beberapa bahan yang bisa digunakan untuk pembibitan hidroponik. Beberapa bahan termasuk batu, kerikil dan pasir. Bahan-bahan ini ideal karena mudah dikerjakan dan memiliki jejak air yang rendah.

  • Apa saja yang harus diperhatikan saat menanam secara hidroponik?

    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menanam secara hidroponik.

    Yang pertama adalah selalu meneliti praktik terbaik untuk pertanian sumber daya air dan masalah lingkungan lainnya, serta biaya yang terkait dengan jenis pertanian ini.

    Penting juga untuk disadari bahwa tidak semua lahan dapat digunakan untuk hidroponik, jadi penting untuk menemukan area yang cocok untuk bisnis Anda.

    Selain itu, penting untuk memperhatikan hama dan penyakit yang dapat mempengaruhi tanaman, karena dapat dengan mudah menyebabkan masalah.

  • Efek samping konsumsi sayuran hidroponik?

    Ada beberapa potensi efek samping dari mengkonsumsi sayuran hidroponik.

    Efek samping ini mungkin kecil, tetapi masih dapat menimbulkan beberapa kekhawatiran. Misalnya, tanaman mungkin tidak menghasilkan makanan sebanyak sayuran tradisional dan rasanya juga tidak enak.

    Selain itu, ada kemungkinan bahwa air yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman mungkin kurang bersih dibandingkan dengan metode berkebun tradisional berbasis tanah.

Tentang Penulis
Omar Gamani Ramadan

Seorang sangat termotivasi untuk mempelajari hal-hal tentang dunia pertanian. Menjadi mahasiswa yang aktif, pekerja keras, dan rajin. Dan ingin menjadi orang yang mampu bekerja dengan tim dan selalu bersedia berkontribusi untuk mencapai kesuksesan.

Sebarkan:

Tinggalkan komentar