Pengertian Pertanian Monokultur: Keuntungan dan Kerugian

Pengertian pertanian monokultur adalah penggunaan satu jenis tanaman atau hewan untuk menghasilkan semua kebutuhan pangan suatu komunitas atau wilayah.

Hal ini dapat dilakukan melalui agroforestri, suatu metode dimana pohon-pohon ditanam bersama di hutan terbuka, memberikan naungan dan nutrisi bagi tanaman lain.

Keuntungan dari pertanian monokultur termasuk peningkatan produktivitas, pengurangan kebutuhan akan air, lebih sedikit limbah dan transportasi yang lebih efisien.

Kerugian dari pertanian monokultur termasuk fakta bahwa sulit untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi dan dapat menyebabkan deforestasi.

Sistem Pertanian Monokultur

Pengertian Pertanian Monokultur
Ilustrasi

Sistem monokultur adalah langkah budidaya pada suatu lahan pertanian, yaitu dengan menanam satu jenis tanaman saja.

Oleh karena itu, sistem monokultur membuat penggunaan lahan menjadi lebih efisien. Artinya dapat digunakan untuk satu kali panen dan ini memudahkan pengelolaannya karena dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih singkat.

Selain itu juga berdampak pada pengurangan gulma, hama dan penyakit karena tidak mampu bersaing dengan satu jenis tanaman.

Sistem monokultur memiliki kelemahan yaitu keseragaman kultivar dapat membuat proses penyebaran organisme pengganggu tumbuhan tumbuh dengan cepat. Misalnya hama dan berbagai jenis penyakit tanaman.

Keuntungan Pertanian Monokultur

Bubidaya Tanaman

Sistem pertanian monokultur adalah jenis pertanian yang sangat bergantung pada satu tanaman untuk menyediakan seluruh makanan bagi petani.

Hal ini memungkinkan tingkat efisiensi yang tinggi dalam pertumbuhan dan hasil tanaman, karena petani hanya fokus untuk menghasilkan satu tanaman.

Sistem ini dapat sangat bermanfaat dalam hal budidaya tanaman, karena dapat memberikan banyak manfaat seperti peningkatan hasil, kecepatan pertumbuhan dan persaingan yang berkurang.

Baca:  Cara Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula

Kehutanan

Sistem pertanian monokultur dapat berhasil dilakukan di sawah dan areal perkebunan, tetapi paling menguntungkan untuk lahan kehutanan yang memiliki kondisi yang diperlukan untuk jenis pohon tertentu.

Sistem pertanian monokultur membutuhkan hutan yang homogen yang dapat memberikan hasil yang maksimal jika dibandingkan dengan proses penanaman menggunakan teknik tanaman campur.

Sistem pertanian monokultur dapat memberikan sejumlah manfaat bagi petani, antara lain peningkatan efisiensi dalam proses penanaman dan peningkatan keuntungan.

Dalam sistem pertanian monokultur, semua tanaman ditanam dari satu tanaman, yang memudahkan penanaman dan membantu mengoptimalkan penyerapan nutrisi.

Dengan menanam semua tanaman dari satu sumber, petani dapat menghemat biaya yang terkait dengan berbagai jenis pupuk dan sistem irigasi.
Selain itu, jenis pertanian ini memungkinkan peningkatan potensi produksi satu komoditas yang akan menghasilkan penggunaan sumber daya yang lebih efektif.

Sistem pertanian monokultur biasanya dirancang untuk mendongkrak produksi, sehingga keuntungan yang diperoleh petani dapat meningkat karena tidak ada persaingan tanaman di lahan tersebut.

Selain itu, sistem pertanian jenis ini dapat meminimalkan biaya operasional dan tenaga kerja untuk pemeliharaan tanaman, sehingga dapat menekan biaya produksi ke tingkat yang lebih rendah.

Namun, sistem ini juga memiliki sejumlah efek samping. Misalnya, pemeliharaan bisa sulit karena hanya ada satu jenis komoditas dalam satu lahan dan petani harus menyesuaikan metode perawatan yang berbeda untuk setiap tanaman.

Kerugian Pertanian Monokultur

Sistem pertanian monokultur bukannya tanpa kekurangan. Salah satunya adalah proses penyebaran organisme pengganggu tumbuhan yang berkembang pesat.

Sebab, makanan sebagai sumber kehidupan hama selalu tersedia sepanjang waktu karena tidak diselingi tanaman lain.

Hal ini dapat menyebabkan ledakan jumlah populasi hama yang kemudian dapat menyebabkan kerusakan tanaman bahkan mengakibatkan hilangnya pendapatan.

Baca:  Cara Ternak Ayam Kampung untuk Pemula

Ketika sistem pertanian monokultur diterapkan, hal itu dapat menyebabkan peningkatan populasi hama. Hal ini karena kurangnya keragaman populasi tumbuhan dan hewan mengakibatkan satu jenis organisme menjadi dominan.

Hal ini dapat menyebabkan tumbuhnya hama yang tidak terbiasa hidup di lingkungan yang terdapat berbagai jenis organisme.

Selain itu, sistem pertanian monokultur dapat memiliki efek negatif pada kesuburan tanah karena hanya menyediakan nutrisi dalam jumlah terbatas untuk tanaman.

Terakhir, jika sistem pertanian jenis ini tidak dibantu dengan penyediaan/distribusi kompos, dapat menyebabkan peningkatan wabah hama.

Pertanian monokultur bisa menjadi pilihan bagus bagi mereka yang ingin memperluas areal pertanian mereka.

Kesimpulan

Keuntungan utama dari pendekatan ini adalah kurangnya keragaman yang ditemukan dalam pertanian tradisional.

Selain itu, pertanian monokultur mungkin memiliki beberapa kelemahan, seperti hasil panen yang lebih rendah dan peningkatan kerentanan terhadap hama dan penyakit.

Tentang Penulis
Omar Gamani Ramadan

Seorang sangat termotivasi untuk mempelajari hal-hal tentang dunia pertanian. Menjadi mahasiswa yang aktif, pekerja keras, dan rajin. Dan ingin menjadi orang yang mampu bekerja dengan tim dan selalu bersedia berkontribusi untuk mencapai kesuksesan.

Sebarkan:

Tinggalkan komentar